Penerapan
Tokenisasi, Stopword Removal, dan Stemming
Disusun oleh
:
Agil Septia
Pamungkas (15.01.53.0009)
Prasetyo
Dewanda Gorezi
(15.01.53.0090)
Ponco Pramudiyo (15.01.53.0019)
Dosen Pengampu
:
Dr. Drs. Eri
Zuliarso,M.Kom
Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Teknik Informatika
Universitas Stikubank Semarang
2017
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang pesat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan
masyarakat. Salah satu aspek kehidupan tersebut adalah banyaknya penyimpanan
dokumen secara digital berupa teks. Karena banyak dokumen yang disimpan secara
digital dan terjadi penumpukan dokumen, hal ini menyebabkan pencarian dokumen
yang relevan terasa sulit dan memakan waktu yang lama. Pasalnya, hampir
seluruh dokumen-dokumen yang ada tidak memiliki struktur yang pasti, dan
tidak semua kata mencerminkan makna atau isi yang terkandung dalam sebuah
dokumen. Sehingga informasi di dalamnya tidak dapat diekstrak secara langsung
oleh pencari dokumen.
Oleh sebab itu, metode-metode untuk menemukan kembali teks terus
ditingkatkan. Salah satunya yaitu Information Retrieval System (IRS).
IRS merupakan pencarian informasi dalam satu atau lebih dokumen, atau
mencari informasi dari database. IR menggunakan perhitungan untuk menentukan
apakah informasi tersebut relevan bagi penggunanya. Di dalam IR akan melalui
beberapa tahapan, yaitu Text Preprocessing, Pembobotan, dan
Indexing.
Text Preprocessing diperlukan untuk memilih
kata yang akan digunakan sebagai indeks. Indeks adalah kata-kata yang mewakili
sebuah dokumen dan digunakan untuk membuat permodelan Information
Retrieval System (IRS). Text Processing juga melalui
beberapa tahapan, yaitu Tokenisasi, Stopword Removal, dan Stemming.
Dalam makalah ini difokuskan pada langkah pertama IRS, yaitu Text
Processing.
- Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari Information
RetrievalSystem(IRS)?
2.
Apa pengertian dari
Tokenisasi, Stopword Removal, dan Stemming?
3.
Bagaimana proses dari
Tokenisasi, Stopword Removal, dan Stemming?
4.
- Tujuan
Pembaca memahami pengertian, proses, dan manfaat dari Tokenisasi, Stopword
Removal, dan Stemming.
BAB II
PEMBAHASAN
- Pengertian Information Retrieval System
Information RetrievalSystem (IRS) atau
Sistem Temu Kembali Informasi merupakan suatu sistem yang menemukan informasi
yang sesuai dengan kebutuhan user dari kumpulan informasi secara otomatis.
Aplikasi IRS sudah digunakan dalam banyak bidang seperti dikedokteran,
perusahaan dan lain sebagainya.
Prinsip kerja Information Retrieval System jika ada sebuah
kumpulan dokumen dan seorang user yang memformulasikan sebuah pertanyaan (request atau query).
Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sekumpulan dokumen yang relevan dan
membuang dokumen yang tidak relevan (Salton, 1989).
IRS akan mengambil salah satu dari kemungkinan tersebut. IRS dibagi dalam
dua komponen utama yaitu sistem pengindeksan (indexing) menghasilkan
basis data sistem dan temu kembali merupakan gabungan dari user
interface dan look-up-table. IRS didesain untuk menemukan
dokumen atau informasi yang diperlukan oleh user.
Information Retrieval System bertujuan untuk menjawab
kebutuhan informasi user dengan sumber informasi yang tersedia
dalam kondisi seperti sebagai berikut (Salton, 1989);
- Mempresentasikan sekumpulan ide dalam sebuah
dokumen menggunakan sekumpulan konsep.
- Terdapat beberapa pengguna yang memerlukan ide,
tapi tidak dapat mengidentifikasikan dan menemukannya dengan baik.
- Information Retrieval System bertujuan
untuk mempertemukan ide yang dikemukakan oleh penulis dalam dokumen dengan
kebutuhan informasi pengguna yang dinyatakan dalam bentuk key word
query/istilah penelusuran.
- Arsitektur Information Retrieval System
Proses Information Retrieval System seperti pada gambar 2.1 menggunakan arsitektur yang sederhana. Sebelum dilakukannya proses temu kembali diperlukan pendefinisian database. Selanjutnya mengikuti tahapan proses; Dokumen-dokumen yang akan digunakan,Operasi yang akan digunakan dalam pencarian, dan model pengolahan teks (Baeza, 1999, h.9).
Gambar 2.1 The Process of Retrieving Information (Baeza, 1999,h.10)
- Text Preprocessing
Pemrosesan Teks (Text Preprocessing) adalah suatu proses pengubahan
bentuk data yang belum terstruktur menjadi data yang terstruktur sesuai dengan
kebutuhan untuk proses mining yang lebih lanjut (sentiment
analysis, peringkasan, clustering dokumen, dsb.).
Singkatnya, Preprocessing adalah mengubah teks menjadi term
index.Tujuannya adalah untuk menghasilkan sebuah set term
index yang bisa mewakili dokumen.
Langkah-langkah dalam pemrosesan teks antara laintokenisasi(tokenizations),
pembuangan stopword(stopword removal), pembentukan
kata dasar (stemming).
- Tokenisasi(Tokenizations)
Sebelum kata dipisahkan dari
kalimatnya, terlebih dahulu dibersihkan dari tanda baca, tag html dan angka.
Pada penelitian ini untuk membersihkan tandabaca dapat digunakan perintah yang
disediakan oleh Java. Pembersihan dilakukansebelum proses tokenisasi (tokenizations)
dimaksudkan untuk memperkecil hasildari tokenisasi. Pada proses tokenisasi akan
dibaca dokumen abstrak dalam formatteks akan dilakukan proses pemotongan string
input berdasarkan tiap kata yangmenyusunnya. Pada umumnya setiap kata
terindentifikasi atau terpisahkan dengankata yang lain oleh karakter spasi, sehingga
proses tokenisasi mengandalkan karakter spasi pada dokumen untuk melakukan
pemisahan kata.
Gambar 2.2 Flowchart Proses Tokenisasi
Seperti yang terlihat pada gambar
2.2 pada proses preprosesinguntuktokenisasi, semua term dalam
dokumen yang dibaca diganti dengan huruf kecil.Setelah itu tiap term akan dicek
apakah tanda baca atau tidak. Jika tanda bacamaka akandihapus/dibuang. Proses
akan dilanjutkan untuk membuat termmenjadi token-token yang
terpisah.
- DFD
- ERD
- Pembuangan Stopword (Stopword
Removal)
Proses pembuangan stopword dimaksudkan untuk mengetahui
suatu katamasuk ke dalam stopword atau tidak. Pembuangan stopwordadalah
prosespembuangan term yang tidak memiliki arti atau tidak
relevan. Term yangdiperoleh dari tahap tokenisasi dicek dalam
suatu daftar stopword, apabila sebuahkata masuk di dalam
daftar stopwordmaka kata tersebut tidak akan diproses lebihlanjut.
Sebaliknya apabila sebuah kata tidak termasuk di dalam daftar stopwordmaka
kata tersebut akan masuk keproses berikutnya. Daftar stopwordtersimpandalam
suatu tabel, dalam penelitian ini menggunakan daftar stopword yangdigunakan
oleh Tala (2003), yang merupakan stopword Bahasa Indonesia yang berisi
kata-kata seperti ; ini, itu, yang, ke, di, dalam, kepada, dan
seterusnyasebanyak 780 kata. Seperti terlihat pada gambar 2.3 pembuangan stopword dilakukan
denganmengecek pada tabel stopword. Bila term cocok dengan salah
satu isi tabel stopword, maka term tersebut
dianggap sebagai stopwordakan dibuang dan tidakakan diikutkan pada
proses stemming. Dari proses pembuangan stopword akan menghasilkan term tanpa stopword.
Gambar 2.3 Flowchart Proses Pembuangan Stopword
- Pembentukan Kata Dasar (Stemming)
Proses stemming adalah proses pembentukan kata
dasar. Termyangdiperoleh dari tahap pembuangan stopwordakan
dilakukan proses stemming.Algoritma stemming yang
digunakan adalah modifikasi Porter stemmer dari(Tala,
2003). Stemming digunakan untuk mereduksi bentuk term untuk
menghindari ketidakcocokan yang dapat mengurangi recall, di
mana term-termyang berbeda namun memiliki makna dasar yang sama
direduksi menjadi satubentuk.
Struktur pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
[awalan-1] + [awalan-2] + dasar + [akhiran] + [kepunyaan] + [sandang]
Masing-masing bagian tersebut (yang dalam kotak bisa ada atau tidak),
digabungkan dengan kata dasar membentuk kata berimbuhan.
Penggunaan algoritma stemming Tala bertujuan untuk
mempercepat waktuimplementasi dan diharapkan performa yang stabil walaupun data
dokumenbertambah terus. Algoritma Tala menggunakan algoritma rule based
stemmingseperti halnya dengan algoritma porter pada stemming bahasa
Inggris.
Pada stemmer Tala terdapat 5 langkah utama dengan 3 langkah awal dan 2
langkah pilihan, langkah-langkah tersebut sbb:
- Menghilangkan partikel
- Menghilangkan kata sandang dan kepunyaan
- Menghilangkan awalan 1
- Jika suatu aturan terpenuhi jalankan sebagai
berikut :
·
Hilangkan Akhiran
·
Jika suatu aturan terpenuhi,
hilangkan awalan 2. Jika tidakproses stemming selesai
- Jika tidak ada aturan yang terpenuhi jalankan
sebagai berikut :
·
Hilangkan awalan 2
·
Hilangkan Akhiran
·
Proses stemming selesai.
Selain itu
Tala juga membagi imbuhan menjadi 5 cluster yang nantinya
digunakan untuk menghilangkan imbuhan pada setiap tahapnya.
Gambar 2.4 Flowchart Proses Stemming
Dapat dilihat pada gambar 2.4 tahap pertama proses stemming adalah
mengecek jumlah karakter lebih besar dari 4, jika karakter lebih dari 4
akandilakukan proses menghilangkan kata sandang dan kepunyaan. Setelah
prosesberhasil dilakukan akan dilanjutkan proses menghilangkan awalan.
Sebelumproses menghilangkan awalan dilakukan akan dicek terlebih dahulu
apakahkarakter lebih dari 3. Jika tidak maka akan disimpan sebagai kata dasar.
Jikakarakter lebih dari 3 akan dicek apakah awalan adalah string “meny”,
“peny” jikabenar maka dihasilkan kata dasar dengan karakter awal diganti dengan
karakter“s”. Jika tidak akan dicek apakah awalan adalah string “mem”,
“pem”. Jika benarmaka akan dihasilkan kata dasar dengan karakter awal diganti
dengan karakter“p”. Jika awalan tidak string tersebut (meny,
peny, mem, pem) maka awalan akandihilangkan dan akhir proses akan dihasilkan
kata dasar.
- Aplikasi Information Retrieval System
Salah satu aplikasi dari IRS adalah mesin pencari yang dapat diterapkan di
berbagai bidang. Dalam hal ini, kami menggunakan IRS untuk membuat mesin
pencari dokumen perundang-undangan. Pada mesin pencari dengan IRS, user dapat
memasukkan query yang bebas dalam arti kata query yang sesuai dengan bahasa
manusia dan sistem dapat menemukan dokumen yang sesuai dengan query yang
ditulis oleh user. Berikut tampilan awal dan halaman upload file-nya.
Gambar 2.5
Tampilan Awal
Gambar 2.6
Halaman Upload File Undang-Undang
Gambar 2.7
Dokumen Hasil Tokenisasi dan Stemming
Gambar 2.6 Halaman
Hitung Bobot
Gambar 2.6 Halaman
Download file
Berikut adalah tampilan hasil upload file ke dalam database yang sudah melalui proses Tokenisasi, Stopword Removal, dan Stemming.
Gambar 2.7
Tampilan Hasil Tokenisasi, Stopword Removal, dan Stemming
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
- Token adalah kata-kata yang dipisah-pisah dari
teks aslinya tanpa mempertimbangkan adanya duplikasi.
- Tokenisasi adalah proses mengubah dokumen menjadi
kumpulan term dengan cara menghapus semua
karakter tanda baca yang terdapat pada token. Hingga pada
akhirnya yang diperoleh hanya kumpulan kata-kata dari suatu teks/dokumen.
- Stoplist atau stopword adalah
kata-kata yang tidak deskriptif (tidak penting)
yang dapat dibuang dengan pendekatan bag-of-words.
- Stopword removal disebut juga filtering, adalah
tahap pemilihan kata-kata penting dari hasil token, yaitu kata-kata apa
saja yang akan digunakan untuk mewakili dokumen.
- Proses stemming adalah proses
pembentukan kata dasar.
- Stemming digunakan untuk
mereduksi bentuk term untuk menghindari ketidakcocokan
yang dapat mengurangi recall, di mana term-term yang
berbeda namun memiliki makna dasar yang sama direduksi menjadi satu
bentuk.
- Saran
Dalam makalah ini penulis belum maksimal dalam mengaplikasikan proses
Tokenisasi, Stopword Removal, dan Stemming, sehingga
aplikasi mesin pencarian perundang-undangan yang penulis buat masih belum
sempurna dan masih diperlukan banyak pengembangan.
DAFTAR PUSTAKA
·
Amin, Fatkhul. 2012. Sistem Temu
Kembali Informasi dengan Metode Vector Space Model. Fakultas Teknologi
Informasi, Universitas Stikubank, Semarang
·
eprints.unisbank.ac.id/1578/2/03_LaporanOntolog-Herny.pdf
·
malifauzi.lecture.ub.ac.id/files/2016/02/Text-Pre-Processing-v2.pptx













Comments
Post a Comment